Masalah hari ini,Belum Tentu Menjadi Masalah Esok Hari
Kadang, kita terlalu lama memikirkan satu
masalah hingga lupa bahwa hidup masih memberi begitu banyak alasan untuk
bersyukur. Ada masa ketika satu persoalan terasa begitu
besar. Pikiran penuh sesak. Hati sulit tenang. Kita merasa seolah-olah masalah
itu tidak akan pernah berakhir,padahal, jika kita melihat kehidupan dari jarak
yang lebih jauh, banyak hal ternyata tidak sebesar yang kita bayangkan. Masalah
yang hari ini membuat kita menangis, beberapa tahun kemudian mungkin hanya
menjadi sebuah cerita. Sesuatu yang dahulu terasa berat, perlahan berubah
menjadi pengalaman yang membuat kita lebih kuat.
Begitulah kehidupan, setiap hari selalu ada
saja masalah yang harus kita hadapi. Ada persoalan kecil yang datang dan segera
berlalu. Ada pula persoalan besar yang membutuhkan waktu, kesabaran, dan
kekuatan untuk melewatinya. Kita tidak pernah bisa meminta kehidupan tanpa
masalah. Sebab, hidup bukan tentang bagaimana menghindari masalah. Hidup adalah
tentang bagaimana kita belajar menghadapinya.
Jangan Biarkan Satu Masalah Menutupi Banyak
Nikmat
Ketika masalah datang, perhatian kita sering
hanya tertuju pada masalah tersebut, kita
lupa melihat hal-hal baik yang masih ada, kita lupa bahwa masih ada keluarga
yang menyayangi. Masih ada orang-orang yang peduli. Masih ada kesehatan yang
bisa disyukuri. Masih ada kesempatan untuk memperbaiki kesalahan. Bahkan, masih
banyak doa yang telah Allah kabulkan tanpa pernah kita sadari, jangan biarkan
satu kejadian membuat kita lupa pada begitu banyak nikmat yang masih dimiliki. Sebab,
hidup tidak hanya berisi tentang apa yang hilang. Hidup juga tentang apa yang
masih Allah titipkan kepada kita. Terkadang, kita terlalu sibuk menghitung kekurangan.
Akibatnya, kita lupa menghitung nikmat. Padahal, jika kita mau berhenti sejenak
dan melihat lebih luas, mungkin kita akan menyadari bahwa hidup ini masih
sangat layak untuk disyukuri.
Hati yang Luas Lebih Mudah Menemukan Jalan
Masalah yang sama dapat terasa berbeda ketika
dilihat dengan hati yang berbeda, hati yang dipenuhi amarah akan melihat
persoalan sebagai beban. Hati yang dipenuhi kesabaran akan melihatnya sebagai
proses pembelajaran. Hati yang sempit mudah merasa tidak memiliki jalan. Sebaliknya,
hati yang luas akan lebih mudah menemukan kemungkinan. Karena itu, ketika
menghadapi masalah, jangan hanya bertanya, “Mengapa ini terjadi kepadaku?”
Cobalah bertanya lebih dalam. “Apa yang sedang
Allah ajarkan melalui keadaan ini?”
Pertanyaan tersebut mungkin tidak langsung
menyelesaikan masalah. Namun, ia dapat mengubah cara kita memandang masalah, kita
menjadi lebih tenang, kita belajar
menerima, kita kembali berusaha, kita tidak mudah menyerah. Sebab, terkadang
yang perlu diubah bukan keadaan terlebih dahulu. Melainkan cara kita melihat
keadaan.
Tidak Semua Harus Selesai Hari Ini
Kita sering ingin semua persoalan selesai
secepat mungkin, padahal, tidak semua masalah memiliki penyelesaian dalam waktu
yang sama. Ada masalah yang selesai dengan tindakan. Ada yang selesai dengan
kesabaran. Ada yang membutuhkan waktu. Ada pula yang akhirnya selesai setelah
kita belajar menerima dan mengikhlaskan.Tidak apa-apa jika hari ini kita belum
menemukan jawabannya,tTidak apa-apa jika perjalanan kita terasa lebih lambat
dari orang lain.
Yang penting, jangan berhenti melangkah. Lakukan
apa yang bisa dilakukan. Perbaiki apa yang masih bisa diperbaiki. Berdoalah
untuk hal-hal yang berada di luar kemampuan kita.
Selebihnya, percayakan kepada Allah. Karena
waktu sering kali memiliki cara sendiri untuk menunjukkan bahwa sesuatu yang
terasa berat ternyata bisa kita lewati.
Pada Akhirnya, Semua Akan Berlalu
Tidak ada masalah yang selamanya tinggal, ada
masalah yang datang untuk menguji. Ada yang datang untuk mengajarkan, ada pula yang datang untuk mengubah kita
menjadi pribadi yang lebih kuat, mungkin hari ini kita belum memahami
alasannya. Namun, suatu hari nanti kita mungkin melihat kembali perjalanan
tersebut dan berkata dalam hati:
“Ternyata aku mampu melewatinya.”
Kita akan menyadari bahwa masalah itu tidak
menghancurkan kita, justru dari sanalah kita belajar menjadi lebih sabar. Kita
belajar lebih kuat. Kita belajar menghargai nikmat. Kita belajar memahami arti
kehilangan. Kita juga belajar lebih dekat kepada Allah. Maka, ketika hari ini
kehidupan terasa berat, jangan buru-buru menganggap semuanya telah berakhir.
Tenangkan hati. Tarik napas, lihat kehidupan
dengan pandangan yang lebih luas.
Masalah yang hari ini terasa sangat besar,
belum tentu tetap besar beberapa tahun kemudian.
Bisa jadi, suatu hari nanti kita akan tersenyum
ketika mengingatnya.
Sebab, waktu akan berjalan. Luka akan perlahan
sembuh. Masalah akan menemukan jalan keluarnya, dan kita akan memahami satu
hal:
Tidak semua masalah harus ditakuti. Sebagian
hanya perlu dihadapi dengan sabar, disertai ikhtiar, doa, dan keyakinan bahwa
setiap kesulitan akan menemukan akhirnya.Salam sehat dan Tetap Semangat.
Komentar
Posting Komentar