Jangan Merasa Lebih Tinggi
Pernahkah kita melihat seseorang yang begitu percaya diri karena jabatan, kekayaan, kepandaian, atau keberhasilannya? Cara bicaranya berubah. Langkahnya terasa lebih tinggi. Ia mulai memilih kepada siapa harus menghormati dan kepada siapa cukup sekadar menyapa. Tanpa disadari, keberhasilan yang seharusnya menjadi alasan untuk bersyukur justru berubah menjadi sumber kesombongan. Padahal hidup memiliki cara yang sangat halus untuk mengingatkan manusia. Hari ini kita mungkin berada di atas. Besok keadaan bisa berubah. Hari ini kita merasa mampu menyelesaikan semua persoalan sendiri. Esok, mungkin justru kita yang berdiri di depan pintu orang lain, berharap ada tangan yang bersedia menolong. Tidak ada alasan untuk merasa lebih tinggi daripada siapa pun. Kehidupan tidak pernah berjalan dalam garis lurus. Ia berputar seperti roda. Kadang kita berada di puncak, menikmati keberhasilan yang telah lama diperjuangkan. Namun pada waktu yang lain, kita berada di bawah, menghadapi ujian ...