Memudahkan,lalu di Mudahkan
Pagi itu, seorang bapak tua berdiri cukup lama di depan pintu sebuah rumah sakit. Wajahnya terlihat lelah. Tangannya menggenggam map berisi hasil pemeriksaan. Berkali-kali ia melihat ke dalam dompetnya yang sudah lusuh. Isinya hanya beberapa lembar uang. Ia tidak meminta belas kasihan. Ia hanya tampak bingung. Beberapa orang berlalu begitu saja. Mereka sibuk dengan urusannya masing-masing. Ada yang berjalan cepat sambil menatap layar ponsel. Ada yang berbincang tanpa menyadari keberadaan lelaki tua itu. Hingga akhirnya, seorang pemuda menghampirinya."Ada yang bisa saya bantu, Pak?" Pertanyaan itu sederhana. Tidak panjang. Tidak pula diucapkan dengan nada yang menggurui. Namun, bagi bapak tua tersebut, kalimat itu seperti membuka pintu harapan. Pemuda itu membantu menunjukkan ruang pelayanan, menjelaskan prosedur pendaftaran, bahkan mengantarnya hingga selesai. Tidak ada uang yang diberikan. Tidak ada foto yang diunggah ke media sosial. Setelah semuanya selesai, pemu...