Ketika Pembelajaran Gagal !
Banyak pembelajaran gagal bukan karena materinya terlalu sulit, tetapi karena ruang sosialnya terlalu sempit. Murid takut salah, takut diejek, dan takut dianggap lambat. Di ruang belajar seperti ini, murid tidak merasa aman menjadi dirinya sendiri. Ketakutan membuat mereka memilih diam daripada mencoba. Proses belajar pun berhenti bahkan sebelum benar-benar dimulai. Ruang sosial yang sempit membunuh keberanian bertanya dan bereksperimen. Kesalahan diperlakukan sebagai aib, bukan bagian alami dari belajar. Padahal, belajar selalu dimulai dari ketidaktahuan. Ketika kelas tidak memberi rasa aman, murid belajar untuk bertahan. Bukan untuk berkembang. Akibatnya, materi yang sebenarnya dapat dipahami justru terasa berat dan menakutkan. Pembelajaran membutuhkan ruang sosial yang luas dan manusiawi. Murid perlu merasa dihargai, didengar, dan diterima dalam prosesnya. Lingkungan belajar yang aman membuat murid berani salah dan mau mencoba lagi. Dari sanalah pemahaman tumbuh perlahan, ...