Masa lalu adalah guru,bukan tempat tinggal
Ada orang yang setiap malam memejamkan mata, tetapi pikirannya tidak pernah benar-benar beristirahat. Tubuhnya berada di atas tempat tidur, namun hatinya masih berjalan mundur, mengulang percakapan yang seharusnya tidak diucapkan, menyesali keputusan yang telah diambil, atau meratapi kegagalan yang tak lagi mungkin diubah. Semakin malam, semakin ramai suara yang berasal dari dalam diri. Penyesalan, rasa bersalah, kekhawatiran, bahkan ketakutan tentang hari esok saling berebut ruang di kepala. Akibatnya, malam yang seharusnya menjadi waktu untuk memulihkan tenaga justru berubah menjadi tempat berkumpulnya beban. Padahal, setiap malam sesungguhnya membawa pesan yang sangat sederhana. Tuhan menghadirkan gelap bukan hanya agar manusia beristirahat secara fisik, tetapi juga agar hati belajar menenangkan diri. Malam adalah jeda yang diberikan kehidupan, kesempatan untuk berhenti sejenak sebelum melanjutkan perjalanan esok hari. Sayangnya, tidak semua orang memanfaatkan jeda itu d...