Postingan

Jangan Habiskan Usia untuk Membuktikan Pilihanmu Benar

Gambar
  Waktu tidak pernah meminta kita menjelaskan terlalu banyak. Ia hanya meminta kita terus berjalan dan menunjukkan hasil dari setiap pilihan. Ada fase dalam kehidupan ketika kita terlalu sibuk menjelaskan pilihan kepada orang lain, kita ingin mereka memahami alasan kita. Kita ingin mereka percaya bahwa keputusan yang kita ambil adalah benar, bahkan, terkadang kita menghabiskan banyak waktu untuk membuktikan diri, padahal, hidup tidak selalu membutuhkan penjelasan, ada pilihan yang cukup dijalani dengan sungguh-sungguh, ada keputusan yang cukup dibuktikan melalui tindakan,sebab, pada akhirnya, waktu akan menjadi saksi. Pemikiran itu kembali hadir dalam perjalanan saya mendampingi BCKS Kabupaten Serang   Tahun 2026 .Kegiatan penutupan BCKS kali ini memiliki cerita tersendiri, para BCKS yang mengikuti kegiatan bukanlah mereka yang benar-benar baru mengenal dunia pendidikan.Mereka adalah para kepala sekolah senior yang telah menjabat, mereka juga telah memenuhi persyaratan yang...

Begitulah Kehidupan

  Sudah berbuat baik, tetapi tetap disakiti. Sudah bersabar, tetapi masih terus diuji. Sudah mengalah, tetapi justru dianggap lemah. Begitulah kehidupan. Tidak semua kebaikan akan langsung mendapatkan balasan. Tidak semua kesabaran membuat keadaan menjadi mudah. Tidak semua pengorbanan akan dihargai oleh orang lain. Ada kalanya kita membantu seseorang dengan tulus,namun, ketika kita membutuhkan pertolongan, justru dilupakan.Ada saatnya kita memilih diam untuk menjaga perasaan, namun, diam kita justru dianggap tidak mampu melawan. Kita mengalah bukan karena takut, kita memilih diam bukan karena tidak mengetahui kebenaran, kita bersabar bukan karena tidak mampu membalas. Terkadang, kita hanya memilih menjaga hati dan martabat, sebab, menjadi baik bukan berarti harus selalu membiarkan diri disakiti, bersabar bukan berarti menerima semua perlakuan tanpa batas, mengalah bukan berarti kita tidak memiliki harga diri, ada waktunya kita harus berkata, “Cukup.” Bukan karena membe...

Jangan lupa siapa yang pernah hadir dalam hidupmu

  Kadang kita terlihat bahagia bukan karena semuanya baik-baik saja, tetapi karena sedang belajar menyembunyikan satu kekurangan. “Ya Allah, jadikan hari ini sebagai hari yang penuh berkah. Mudahkan segala hal yang sedang kami usahakan. Berikan kabar gembira untuk segala sesuatu yang sedang kami nantikan. Tenangkan hati kami dari segala kekhawatiran.” Doa seperti itu sering kali menjadi tempat kita menitipkan harapan. Sebab, di balik senyum yang terlihat, ada kekhawatiran yang tidak selalu terlihat. Di balik kata “bahagia”, terkadang ada kekurangan yang sedang kita sembunyikan. Begitulah manusia. Kita sering terlihat kuat, meski sebenarnya sedang berjuang untuk tetap bertahan. Ketika sudah merasa kuat, kita mudah lupa siapa yang pernah menguatkan. Ketika sudah merasa cukup, kita terkadang lupa siapa yang pernah hadir ketika hidup kita belum baik-baik saja. Padahal, perjalanan menuju sebuah keadaan yang lebih baik tidak pernah benar-benar kita tempuh sendirian. Ada Mereka yang ...

Introspeksi Membutuhkan Kejujuran

  Ada satu hal yang sering kita lakukan tanpa sadar: kita begitu mudah melihat kesalahan orang lain, tetapi begitu sulit melihat kesalahan sendiri. Ketika orang lain melakukan kesalahan, mata kita seolah menjadi sangat tajam. Kita mampu menemukan kekurangannya. Kita bahkan merasa tahu apa yang salah dalam kehidupan mereka. Kita kemudian memberikan penilaian. “Seharusnya dia tidak bersikap seperti itu.” “Kalau saya menjadi dia, tentu saya akan melakukan hal yang berbeda.” Tanpa sadar, kita menempatkan diri seolah-olah lebih tahu. Seolah-olah perjalanan hidup kita membuat kita lebih pantas menentukan benar dan salahnya kehidupan orang lain. Namun, pernahkah kita berhenti sejenak? Bagaimana jika sesekali kita menggunakan ketajaman yang sama untuk melihat diri sendiri? Ketika Kesalahan Orang Lain Terlihat Jelas Kesalahan orang lain memang sering terlihat lebih jelas. Kita mengatakan seseorang keras kepala. Padahal, mungkin kita sendiri sulit menerima nasihat. Kita menilai orang la...