Lisan adalah cermin keteladanan
“Berbicaralah yang baik atau diam. Jika tidak bisa memberikan manfaat dengan lisanmu, maka diamlah.” Kalimat sederhana ini mengajarkan kita pentingnya menjaga lisan. Sebab, berbicara bukan sekadar mengeluarkan kata-kata. Setiap ucapan dapat membawa manfaat, tetapi juga dapat meninggalkan luka. Sebelum berbicara, tanyakan kepada diri sendiri: Apakah ucapan ini benar? Apakah bermanfaat? Apakah perlu disampaikan? Apakah waktunya tepat? Jika tidak, diam bisa menjadi pilihan yang lebih bijaksana. Diam bukan berarti lemah. Diam juga bukan berarti tidak memiliki pendapat. Terkadang, diam adalah bentuk pengendalian diri dan kebijaksanaan. “Diamnya orang berilmu lebih baik daripada bicaranya orang bodoh.” Kalimat ini bukan berarti orang berilmu harus selalu diam. Orang berilmu justru berbicara ketika perkataannya membawa manfaat. Ia memahami kapan harus berbicara dan kapan harus menahan diri. Pesan ini semakin penting di era media sosial. Kita bebas berbicara, tetapi kebebas...