Ketika Satu Pintu Tertutp,Jangan Berhenti Mengetuk Pintu Lain
Ketika satu pintu tertutup, sering kali yang pertama kita rasakan adalah kehilangan. Kita sibuk meratapi rencana yang gagal. Kita terpaku pada harapan yang gugur. Seolah hidup berhenti di satu titik. Padahal hidup tidak pernah hanya memiliki satu jalan. Pintu yang tertutup adalah tanda batas. Ia memberi pesan bahwa cara lama mungkin tak lagi relevan. Ia mengingatkan bahwa tidak semua rencana harus berhasil. Di sanalah kita belajar sabar. Kita diajak mengevaluasi diri. Kita ditempa menjadi lebih dewasa. Masalahnya, kita sering terlalu lama menatap pintu yang tertutup. Akibatnya, pintu lain yang terbuka luput dari perhatian. Kesempatan baru kadang hadir dengan wajah berbeda. Bisa dalam bentuk orang baru. Bisa berupa arah yang tak pernah kita bayangkan. Bisa juga lahir dari cara berpikir yang berubah. Kadang bukan pintunya yang perlu diganti. Kitalah yang harus bertumbuh. Tetaplah berusaha. Bukan sekadar menunggu pintu terbuka sendiri. Usaha adalah cara kita mengetuk pelua...