Ke Ikhlasan,Rahasia Indah Antara Hamba dan Allah
Ada kebaikan yang tidak perlu diumumkan. Ada
amal yang tidak membutuhkan pujian. Ada pula ketulusan yang cukup disimpan
dalam hati, tanpa harus diketahui siapa pun. Itulah keikhlasan.
Keikhlasan adalah rahasia antara Allah dan
hamba-Nya. Sebuah ruang sunyi dalam hati yang tidak mudah dijangkau oleh
pandangan manusia. Bahkan, dalam sebuah ungkapan spiritual, keikhlasan
digambarkan sebagai sesuatu yang begitu tersembunyi, hingga malaikat pencatat
amal pun tidak mengetahui hakikatnya untuk dicatat sebagai amal.
Setan tidak mengetahuinya, sehingga tidak dapat
merusaknya. Nafsu pun tidak menyadarinya, sehingga tidak mampu memengaruhinya.
Keikhlasan bukan sekadar melakukan kebaikan.
Keikhlasan adalah tentang menjaga niat tetap lurus ketika tidak ada yang
melihat, tetap berbuat baik ketika tidak ada yang memuji, dan tetap memberi
ketika tidak ada yang mengucapkan terima kasih.
Sering kali, manusia mudah melakukan kebaikan
ketika ada yang menyaksikan. Kita merasa bahagia saat mendapatkan penghargaan,
senang ketika dipuji, dan bangga ketika perbuatan kita diketahui banyak orang.
Semua itu manusiawi. Namun, kita perlu sesekali bertanya kepada diri sendiri:
apakah kita tetap melakukan kebaikan jika tidak seorang pun mengetahuinya?
Di situlah keikhlasan diuji.
Orang yang ikhlas tidak menjadikan pujian
sebagai tujuan. Ia tidak berhenti berbuat baik hanya karena tidak mendapatkan
penghargaan. Baginya, kebaikan bukanlah transaksi untuk memperoleh pengakuan,
melainkan bentuk pengabdian kepada Allah.
Keikhlasan juga bukan berarti kita tidak boleh
merasa bahagia ketika dihargai. Bukan pula berarti setiap kebaikan harus
disembunyikan. Ada kalanya perbuatan baik perlu diperlihatkan agar menjadi
inspirasi bagi orang lain. Namun, yang harus selalu dijaga adalah niat di balik
setiap perbuatan.
Sebab, sesuatu yang terlihat baik di mata
manusia belum tentu sepenuhnya bersih dari keinginan untuk dipuji. Sebaliknya,
kebaikan sederhana yang dilakukan dalam diam bisa memiliki makna mendalam
ketika lahir dari hati yang tulus.
Maka, jangan terlalu sibuk memastikan apakah
manusia melihat kebaikan kita. Jangan pula kecewa ketika pengorbanan tidak
mendapatkan balasan yang diharapkan. Teruslah berbuat baik, sembari memperbaiki
niat dan menjaga hati agar tidak dikuasai kesombongan.
Pada akhirnya, keikhlasan mengajarkan kita
untuk tidak menggantungkan nilai sebuah kebaikan pada penilaian manusia. Sebab,
manusia hanya melihat apa yang tampak, sedangkan Allah mengetahui apa yang
tersembunyi di dalam hati.
Berbuat baiklah dengan tulus, meski tanpa tepuk
tangan. Menolonglah tanpa menuntut balasan. Dan beramallah tanpa menjadikan
pujian sebagai tujuan.
Sebab, boleh jadi kebaikan yang tidak pernah
diketahui manusia justru menjadi amal yang paling bermakna di hadapan Allah.
Tidak
semua yang berharga harus terlihat. Tidak semua yang tulus harus terdengar.
Terkadang, keindahan amal justru terletak pada kesunyiannya.
Biarlah manusia tidak mengetahui. Cukuplah Allah yang mengetahui niat dan ketulusan hati kita.Salam Sehat dan Bahagia.
Komentar
Posting Komentar