Jangan Habiskan Usia untuk Membuktikan Pilihanmu Benar
Waktu tidak pernah meminta kita menjelaskan
terlalu banyak. Ia hanya meminta kita terus berjalan dan menunjukkan hasil dari
setiap pilihan. Ada fase dalam kehidupan ketika kita terlalu
sibuk menjelaskan pilihan kepada orang lain, kita ingin mereka memahami alasan
kita.
Kita ingin mereka percaya bahwa keputusan yang
kita ambil adalah benar, bahkan, terkadang kita menghabiskan banyak waktu untuk
membuktikan diri, padahal, hidup tidak selalu membutuhkan penjelasan, ada
pilihan yang cukup dijalani dengan sungguh-sungguh, ada keputusan yang cukup
dibuktikan melalui tindakan,sebab, pada akhirnya, waktu akan menjadi saksi. Pemikiran
itu kembali hadir dalam perjalanan saya mendampingi BCKS Kabupaten Serang Tahun 2026.Kegiatan penutupan BCKS kali
ini memiliki cerita tersendiri, para BCKS yang mengikuti kegiatan bukanlah
mereka yang benar-benar baru mengenal dunia pendidikan.Mereka adalah para
kepala sekolah senior yang telah menjabat, mereka juga telah memenuhi
persyaratan yang ditetapkan oleh BGTK Banten,karena itu, proses pendampingan
terasa memiliki warna yang berbeda, kami tidak hanya bertemu sebagai mentor dan
peserta, kami bertemu sebagai sesama insan pendidikan.Masing-masing membawa
pengalaman.
Masing-masing membawa persoalan,dan
masing-masing memiliki cerita tentang perjalanan memimpin sekolah.Bertemu
dalam Ruang yang Sama, minggu, 27 September 2026, menjadi salah satu bagian
dari perjalanan tersebut, kami para kepala sekolah mentor mendapatkan jadwal
untuk hadir di tempat pelatihan di kantor Eks .PPPPTK Penjas dan BK Di Jl Raya Parung No 420.Lebak Wangi,Parung ,Bogor,Jawa Barat. para
kepala sekolah mentor kemudian dikumpulkan dalam satu ruangan, di ruang itu,
kami kembali belajar dan berbagi.
Materi yang dibahas adalah Modul 4: Peran
Kepala Sekolah dalam Pengembangan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan.
Materi berikutnya adalah Modul 6: Penguatan
Kompetensi Sosial Kepala Sekolah.
Kegiatan berlangsung dengan lancar, semua
kepala sekolah mentor berkumpul, kami berdiskusi bersama kelompok yang telah
disatukan dengan para BCKS. Ada suasana belajar yang berbeda,tidak terasa
seperti sebuah pertemuan satu arah.Tidak hanya mentor yang berbicara.Para BCKS
juga memiliki pengalaman yang layak didengarkan. Di situlah saya merasakan
bahwa pengalaman dalam pendidikan memiliki nilai yang besar ketika dibagikan, Seorang
kepala sekolah mungkin memiliki teori yang baik. Namun, pengalaman di lapangan
memberikan warna yang berbeda.Ada persoalan yang tidak ditemukan dalam buku, ada
keputusan yang harus diambil dalam situasi yang tidak selalu ideal, ada guru
yang membutuhkan pendekatan berbeda,ada orang tua yang harus dirangkul. Ada
peserta didik yang membutuhkan perhatian lebih, semua itu membutuhkan
kepemimpinan yang tidak hanya memahami aturan, tetapi juga memahami manusia.
Kepala Sekolah Bukan Sekadar Pengelola Sekolah
Materi tentang pengembangan kompetensi guru dan
tenaga kependidikan mengingatkan saya pada satu hal penting, kepala sekolah
tidak cukup hanya mampu mengelola sekolah, kepala sekolah juga harus mampu
menumbuhkan orang-orang di dalamnya, guru adalah bagian penting dari perubahan
sekolah.Karena itu, kompetensi guru perlu terus dikembangkan, kepala sekolah
perlu menciptakan ruang bagi guru untuk belajar.Guru perlu diberi kesempatan
untuk berdiskusi, guru perlu mendapatkan pendampingan, guru juga perlu merasa
dihargai ketika mencoba melakukan perubahan.
Kepemimpinan yang baik bukan sekadar memberikan
instruksi, kepemimpinan juga tentang memberikan kepercayaan, ketika guru
berkembang, sekolah ikut berkembang, ketika tenaga kependidikan bertumbuh,
pelayanan sekolah juga menjadi lebih baik. Di sinilah kepala sekolah memiliki
peran strategis, Ia menjadi pengarah, Ia menjadi penggerak, Ia sekaligus
menjadi pembelajar bersama.
Kompetensi Sosial Menentukan Cara Kita Memimpin
Materi tentang penguatan kompetensi sosial
kepala sekolah juga memberikan refleksi tersendiri.Menjadi pemimpin berarti
berhadapan dengan banyak karakter manusia, tidak mungkin semua orang memiliki
cara berpikir yang sama, tidak semua guru memiliki kebutuhan yang sama, tidak
semua persoalan dapat diselesaikan dengan pendekatan yang sama. Karena itu,
kemampuan berkomunikasi menjadi sangat penting, kepala sekolah harus mampu
mendengarkan, bukan hanya berbicara, harus mampu memahami, bukan hanya
memberikan penilaian. Harus mampu membangun hubungan, bukan sekadar memberikan
perintah.
Kompetensi sosial membuat kepemimpinan menjadi
lebih manusiawi. Sebab, sekolah bukan hanya tempat berlangsungnya pembelajaran,
sekolah adalah ruang bertemunya banyak manusia dengan latar belakang berbeda. Ada
guru, ada tenaga kependidikan, ada peserta didik, ada orang tua, a da Masyarakat,
semua membutuhkan komunikasi dan kolaborasi, tidak mungkin sekolah berkembang
jika semua berjalan sendiri-sendiri.
Dari Mentor, Kembali Menjadi Pembelajar
Menjadi mentor dalam kegiatan BCKS memberikan
pelajaran penting bagi saya, ketika berbagi pengalaman, sebenarnya kita juga
sedang belajar. ketika menjelaskan sesuatu, kita kembali mengingat perjalanan
yang pernah dilalui.Ketika mendengar pengalaman orang lain, kita menemukan
sudut pandang baru, inilah indahnya berbagi dalam dunia pendidikan.
Tidak ada yang benar-benar paling tahu,tidak
ada yang selesai belajar,seorang kepala sekolah senior pun tetap membutuhkan
ruang untuk berefleksi, seorang mentor juga tetap membutuhkan masukan,sebab kepemimpinan
adalah perjalanan panjang.Ia tidak selesai hanya karena seseorang telah
mendapatkan jabatan. Justru setelah menjadi pemimpin, proses belajar seharusnya
semakin panjang.
Tidak Semua Pilihan Harus Dijelaskan
Dari perjalanan tersebut, saya kembali pada
kalimat yang menjadi renungan.
Jangan habiskan usia untuk membuktikan bahwa
pilihanmu benar.
Jalani dengan baik, jika pilihan itu adalah
menjadi kepala sekolah, jalankan amanah dengan sebaik-baiknya. Jika pilihan itu
adalah menjadi mentor, bagikan ilmu dengan tulus. Jika pilihan itu adalah
mendampingi orang lain, lakukan dengan hati.Tidak perlu terlalu sibuk mencari
pengakuan, tidak perlu selalu menjelaskan kepada semua orang. Sebab, ada
hal-hal yang hanya bisa dijawab oleh waktu.
Waktu akan memperlihatkan apakah kita
benar-benar bekerja.
Waktu akan menunjukkan apakah kita benar-benar
memberi manfaat.
Waktu juga akan mencatat siapa yang pernah
hadir dan membantu orang lain bertumbuh.
Pada akhirnya, manusia mungkin lupa pada
kata-kata kita.
Namun, mereka bisa mengingat perlakuan kita, mereka
mungkin lupa materi yang pernah kita sampaikan, namun, mereka bisa mengingat
bagaimana kita membuat mereka merasa dihargai.
Itulah jejak yang sesungguhnya.
Menjadi Bagian dari Perjalanan Orang Lain
Penutupan BCKS Kabupaten Tangerang 2026
akhirnya menjadi lebih dari sekadar sebuah kegiatan, bagi saya, ini adalah bagian dari perjalanan
untuk terus belajar.
Ada kebahagiaan ketika melihat kepala sekolah
senior tetap mau membuka diri untuk belajar.
Ada kebanggaan ketika dapat berbagi pengalaman,
namun, ada pula kesadaran bahwa perjalanan kepemimpinan masih sangat Panjang, hari
ini kita menjadi mentor, suatu saat kita mungkin kembali menjadi pembelajar, hari
ini kita memberikan pengalaman. Esok kita mungkin mendapatkan pelajaran dari
orang yang pernah kita dampingi.
Begitulah dunia Pendidikan, kita tidak pernah
benar-benar berhenti belajar. Sebab, setiap manusia yang kita temui selalu
membawa Pelajaran, setiap pengalaman selalu meninggalkan makna, dan setiap
kesempatan berbagi dapat menjadi jalan untuk memberikan manfaat.
Maka, tidak perlu menghabiskan usia untuk
membuktikan pilihan kita kepada semua orang.
Cukup jalani dengan sungguh-sungguh, jaga niat,
kerjakan dengan penuh tanggung jawab.
Berikan manfaat selama masih diberi kesempatan,
jika hari ini belum dipahami, tidak apa-apa.
Jika hari ini belum dihargai, tetaplah berbuat
baik, karena hidup bukan tentang siapa yang paling banyak menjelaskan dirinya,
hidup adalah tentang siapa yang tetap menjalankan kebaikan meskipun tidak
selalu dilihat, dan ketika suatu hari kita menoleh ke belakang, semoga yang
terlihat bukan sekadar perjalanan Panjang, melainkan jejak kebaikan yang pernah
kita tinggalkan.
Biarlah waktu menjadi saksi.
Kita tidak perlu membuktikan semuanya, kita
hanya perlu memastikan bahwa setiap langkah telah dijalani dengan
sebaik-baiknya. Sebab, pada akhirnya, yang paling berharga bukanlah pengakuan
bahwa pilihan kita benar, melainkan kenyataan bahwa pilihan itu telah membawa
manfaat bagi sesama.Salam sehat dan Bahagia.

Komentar
Posting Komentar