Bahagia Tidak Harus Memiliki Segalanya

 

Mengapa kita sering merasa belum bahagia, padahal begitu banyak hal yang sudah kita miliki? Pertanyaan sederhana itu sering kali sulit kita jawab. Kita mengejar sesuatu yang belum ada. Kita memikirkan apa yang belum tercapai. Kita membandingkan kehidupan sendiri dengan kehidupan orang lain. Tanpa sadar, kita lupa menikmati apa yang sudah Tuhan berikan. Padahal, bahagia tidak selalu datang dari sesuatu yang besar.Bahagia bisa hadir ketika kita mampu menerima apa yang kita miliki. Bersyukur atas apa yang kita dapat. Kemudian menikmati setiap momen dalam kehidupan. Kita sering mengira bahagia baru akan datang setelah keinginan terpenuhi. Kita berkata, “Nanti saya bahagia kalau sudah berhasil. “Nanti saya bahagia kalau sudah memiliki rumah.“Nanti saya bahagia kalau keadaan sudah lebih baik.“Nanti saya bahagia kalau semua masalah selesai.”

Padahal, kehidupan tidak pernah benar-benar bebas dari masalah. Ketika satu persoalan selesai, persoalan lain mungkin datang. Ketika satu keinginan tercapai, muncul keinginan berikutnya. Jika kebahagiaan selalu digantungkan pada sesuatu yang belum dimiliki, kapan kita akan benar-benar bahagia?

Belajar Menerima

Menerima keadaan bukan berarti menyerah. Menerima adalah kemampuan untuk berdamai dengan kenyataan. Kita tetap berusaha, tetapi tidak terus-menerus menyalahkan keadaan. Ada hal-hal yang bisa kita ubah. Ada pula hal-hal yang harus kita terima dengan lapang dada. Kita tidak bisa mengendalikan semua yang terjadi dalam hidup. Namun, kita dapat memilih bagaimana menyikapinya. Di sinilah rasa syukur memiliki tempat yang sangat penting. Bersyukur membuat kita melihat kehidupan dari sudut pandang yang berbeda. Kekurangan tidak selalu menjadi alasan untuk mengeluh, kelebihan tidak selalu menjadi alasan untuk berlebihan, setiap orang mempunyai jalan hidup masing-masing, ada yang terlihat cepat mencapai kesuksesan. Ada yang harus melewati perjalanan Panjang,ada yang kehidupannya tampak sempurna. Ada pula yang menjalani hari dengan penuh perjuangan,kita tidak pernah benar-benar mengetahui cerita di balik kehidupan seseorang, karena itu, membandingkan diri dengan orang lain hanya akan membuat hati kehilangan ketenangan.

Nikmati Apa yang Ada

Terkadang kebahagiaan justru berada sangat dekat dengan kita.Senyum keluarga,sapaan seorang teman, tubuh yang masih sehat, kesempatan untuk bekerja, waktu bersama orang-orang yang kita cintai.Bahkan secangkir kopi di pagi hari dapat menjadi kebahagiaan sederhana. Sayangnya, kita sering baru menyadari nilai sebuah nikmat setelah kehilangan, kita baru merindukan kesehatan ketika sakit. Kita baru menghargai kebersamaan setelah seseorang pergi. Karena itu, jangan menunggu kehilangan untuk belajar menghargai, nikmati apa yang masih ada, hargai orang-orang yang masih bersama kita, syukuri kesempatan yang masih diberikan, sebab, hari ini tidak akan pernah kembali menjadi hari yang sama.

Bahagia Adalah Pilihan Hati

Bahagia bukan berarti hidup tanpa masalah. Bahagia adalah kemampuan menemukan alasan untuk tetap tersenyum meskipun kehidupan tidak selalu berjalan sesuai keinginan.Ada hari ketika kita menangis, ada hari ketika kita kecewa, ada hari ketika rencana yang kita susun tidak berjalan sebagaimana mestinya.Namun, selalu ada kesempatan untuk bangkit,selalu ada alasan untuk bersyukur, selalu ada nikmat yang mungkin belum sempat kita sadari. Maka, jangan menunggu kehidupan menjadi sempurna untuk merasa bahagia. Sebab, kesempurnaan tidak pernah menjadi syarat untuk bersyukur. Kita hanya perlu belajar melihat apa yang sudah ada,belajar menerima apa yang belum bisa diubah, belajar memperjuangkan apa yang masih bisa diusahakan, dan belajar menikmati perjalanan kehidupan dengan hati yang lebih lapang. Pada akhirnya, kebahagiaan bukan tentang seberapa banyak yang kita miliki. Kebahagiaan adalah tentang seberapa mampu hati kita menghargai apa yang sudah diberikan.

Bahagia adalah ketika kita mampu menerima apa yang kita miliki, bersyukur atas apa yang kita dapat, dan menikmati setiap momen dalam hidup kita.Mungkin, selama ini kita tidak kekurangan kebahagiaan, kita hanya terlalu sibuk mengejar sesuatu yang belum kita miliki, padahal, bisa jadi kebahagiaan itu sudah ada di hadapan kita, tinggal kita mau menyadarinya.Semoga hari ini kita tidak hanya mencari kebahagian untuk diri sendiri,tetapi juga mengahadirkan kebaikan yang membuat kehidupan orang lain lebih berarti. Sebab, hati yang pandai bersyukur akan selalu menemukan alasan untuk bahagia.Salam sehat dan Tetap Semangat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Raker menjadi ruang menyatukan visi dan semangat memajukan sekolah

P5 di kembalikan ke kegiatan kokurikuler

Berkarya dengan hati,Belajar Dengan Makna