TiTitik Terendah: Saat kita kehilangan segalanya ,lalu menemukan tuhan
Setiap orang pernah jatuh. Ada masa ketika hidup terasa berat. Kita berdiri, tetapi seperti tidak punya pijakan. Kita berusaha, tetapi hasilnya tidak muncul. Pada titik itu, banyak orang merasa tidak punya apa-apa lagi. Di fase terendah, keheningan sering lebih bising dari keramaian. Kita mulai bertanya. Mengapa semua terasa kosong? Mengapa kekuatan yang biasanya membantu kini hilang? Lalu muncul kesadaran yang pelan tapi kuat. Kita menyadari bahwa kemampuan manusia punya batas. Kita tidak sekuat yang kita kira. Justru di titik rapuh itu, hati menjadi jujur. Ego runtuh. Keangkuhan luntur. Kita berhadapan langsung dengan diri sendiri. Dan di situlah banyak orang mendadak menengadahkan tangan. Bukan karena putus asa semata, tetapi karena akhirnya mengakui bahwa tidak ada tempat kembali selain kepada Allah. Doa yang muncul dari hati yang hancur terasa berbeda. Kata-katanya sederhana. Tidak dibuat-buat. Tidak penuh permintaan yang rumit. Yang ada hanya harapan yang jernih dan t...