Cahaya Yang Menguatkan di Tengah Sunyi

 

Terkadang kita memasuki fase yang terasa sepi. Kita merasa berdiri sendirian melawan pikiran, ketakutan, dan kecemasan. Dunia seolah menjauh. Suara sekitar melemah. Yang tersisa hanya diri kita dan beban yang terus menekan.

Namun, di balik sunyi itu, ada benang cahaya yang tetap hadir. Cahaya ini tidak terlihat mata, tetapi nyata bagi hati yang terus berharap. Ia menghubungkan diri kita dengan langit dan menuntun hati untuk menggantungkan harapan di sana. Cahaya itu menjaga agar kita tidak rubuh saat keadaan memburuk.

Cahaya itu juga menunjukkan kasih yang halus. Ia berbisik bahwa kita tidak pernah benar-benar sendiri. Ada perhatian yang selalu dekat. Ada penjagaan yang tidak pernah terputus. Ada kekuatan yang mengalir perlahan, namun pasti.

Cahaya itu adalah iman yang terus menyala di dalam diri. Iman yang meneguhkan bahwa setiap langkah ada dalam pengawasan Tuhan. Iman yang mengingatkan bahwa kesedihan tidak pernah berdiri sendiri. Iman yang memastikan bahwa setiap doa memiliki jalan pulang.

Saat hati gelap, cahaya ini menyibak ruang untuk napas baru. Ia memampukan kita berdiri lagi. Ia membimbing kita melewati hari-hari yang berat. Dan ia menguatkan kita untuk melangkah, meski pelan.

Pada akhirnya, cahaya itu membawa kita pada satu keyakinan sederhana:
Ada Allah yang selalu menjaga dan memperhatikan kita.

Salam sehat dan bahagia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

P5 di kembalikan ke kegiatan kokurikuler

Tuhan senatiasa bersamamu

Ketika disiplin lebih penting dari pada motivasi