Sebelum Menilai ,ingatlah Hidup Selalu Berputar
. Sebelum Menilai, Ingatlah: Hidup Selalu
Berputar
Ada kalanya kita melihat seseorang sedang
berada dalam kesulitan. Tanpa mengetahui kisahnya, kita tergoda untuk menilai.
Bahkan, tidak sedikit yang menjadikan kesulitan orang lain sebagai bahan
pembicaraan dan tawa.
Padahal, sebelum menilai seseorang, ingatlah
bahwa hidup selalu berputar.
Hari ini mungkin kita berada dalam
keberuntungan. Kita memiliki pekerjaan, kesehatan, keluarga, harta, jabatan,
atau kesuksesan. Namun, tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana perjalanan
hidupnya esok hari.
Bisa jadi, orang yang hari ini sedang kita
pandang rendah justru akan bangkit lebih kuat. Sebaliknya, kita yang hari ini
merasa berada di atas mungkin suatu saat membutuhkan uluran tangan orang lain.
Rendah
hati ketika mendapatkan keberuntungan dan tetap welas asih kepada mereka yang
sedang mengalami kesulitan adalah tanda kedewasaan yang sesungguhnya.
Jangan Terburu-buru Menilai
Sebelum menilai seseorang, cobalah berhenti
sejenak.
Kita tidak pernah benar-benar mengetahui
perjuangan yang sedang dilaluinya. Kita tidak tahu luka yang disembunyikannya.
Kita juga tidak tahu berapa banyak air mata yang telah jatuh dalam diam.
Apa yang terlihat oleh mata belum tentu
menggambarkan seluruh kehidupannya.
Karena itu, jangan mudah menghakimi hanya
berdasarkan keadaan yang terlihat. Bisa jadi, seseorang sedang berjuang
melewati fase kehidupan yang sangat berat.
Kita mungkin tidak mampu menyelesaikan
masalahnya. Namun, setidaknya kita tidak perlu menambah beban dengan kata-kata
yang menyakitkan.
Hidup Tidak Selamanya di Atas
Kehidupan ibarat roda yang terus berputar.
Ada waktunya kita berada di atas. Ada pula
saatnya kita harus berada di bawah. Ada masa ketika kita mampu membantu orang
lain. Namun, mungkin suatu hari kita justru membutuhkan bantuan.
Maka, jangan terlalu tinggi hati ketika sedang
mendapatkan keberuntungan.
Harta, jabatan, prestasi, dan kesuksesan
hanyalah bagian dari perjalanan. Semua itu bukan alasan untuk merasa lebih
tinggi daripada orang lain.
Orang yang benar-benar dewasa tidak kehilangan
kerendahan hati ketika memperoleh keberhasilan.
Ia tetap menghargai mereka yang berada di
bawah. Ia tidak lupa bahwa setiap manusia memiliki perjalanan hidup
masing-masing.
Ketika Melihat Orang Lain Kesulitan
Kesulitan orang lain seharusnya tidak menjadi
tontonan.
Jangan biarkan penderitaan seseorang menjadi
bahan tawa. Jangan pula menjadikan kegagalannya sebagai kesempatan untuk merasa
lebih hebat.
Sebaliknya, biarkan hati kita tergerak untuk
menolong.
Jika mampu membantu, ulurkan tangan.
Jika belum mampu memberikan bantuan, setidaknya
berikan perhatian. Jika tidak mampu memberikan apa-apa, jangan menambah
lukanya.
Sebab, terkadang seseorang tidak membutuhkan
nasihat panjang. Ia hanya membutuhkan seseorang yang mau memahami dan tidak
menghakimi.
Jangan Biarkan Kesombongan Bersarang di Hati
Kesombongan sering tumbuh ketika seseorang
merasa dirinya lebih beruntung daripada orang lain.
Ia lupa bahwa keberhasilan yang dimilikinya
juga merupakan bagian dari perjalanan hidup. Ia lupa bahwa setiap nikmat adalah
amanah yang patut disyukuri.
Karena itu, jangan biarkan kesombongan
bersarang di hati.
Ketika mendapatkan keberhasilan, bersyukurlah.
Ketika memiliki kelebihan, gunakanlah untuk membantu. Ketika berada dalam
posisi yang kuat, lindungilah mereka yang sedang lemah.
Kemuliaan seseorang bukan hanya terlihat dari
apa yang dimilikinya. Kemuliaan juga terlihat dari bagaimana ia memperlakukan
orang lain.
Kebaikan Tidak Pernah Sia-Sia
Percayalah, kebaikan yang dilakukan dengan
ikhlas tidak pernah benar-benar sia-sia.
Mungkin manusia tidak melihatnya. Mungkin pula
tidak ada yang mengucapkan terima kasih. Namun, Allah mengetahui setiap
kebaikan yang dilakukan dengan tulus.
Ketika kita membantu seseorang tanpa
mengharapkan balasan, sesungguhnya kita sedang menanam kebaikan.
Suatu saat, kebaikan itu dapat kembali kepada
kita melalui jalan yang tidak pernah kita duga.
Karena itu, jangan menunggu menjadi kaya untuk
berbagi. Jangan menunggu memiliki banyak untuk membantu. Kadang, senyum,
perhatian, dan kata-kata yang baik sudah cukup untuk menguatkan seseorang.
Belajar Dewasa dari Kehidupan
Pada akhirnya, kedewasaan bukan hanya tentang
bertambahnya usia.
Kedewasaan terlihat dari cara kita bersikap
ketika berada dalam keberuntungan. Kedewasaan juga terlihat dari cara kita
memperlakukan orang yang sedang mengalami kesulitan.
Jangan sombong ketika berada di atas. Jangan
menghina mereka yang sedang berada di bawah.
Hari ini mungkin kita menjadi orang yang
menolong. Namun, esok bisa saja kita yang membutuhkan pertolongan.
Maka, sebelum menilai seseorang, ingatlah bahwa
hidup selalu berputar.
Rendah hati dalam keberuntungan. Welas asih
dalam melihat kesulitan. Dan ikhlaslah ketika menolong.
Sebab, kita tidak pernah tahu kapan roda
kehidupan akan berputar. Bisa jadi, tangan yang hari ini kita ulurkan untuk
menolong orang lain, kelak menjadi tangan yang menolong kita.
Salam sehat, tetap semangat, dan teruslah
menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama.
Komentar
Posting Komentar