Sabar Seluas Samudra

 

Rasa sabar yang datang dari Allah SWT selalu sebanding dengan luasnya musibah yang kita alami. Tidak ada ujian yang hadir tanpa kemampuan untuk menanggungnya. Di situlah letak keadilan Ilahi. Allah tidak pernah menguji hamba-Nya di luar batas kesanggupan manusia.

Sabar bukan sikap pasif yang membuat seseorang diam tanpa daya. Sabar adalah kekuatan batin yang tumbuh seiring besarnya ujian. Semakin berat cobaan, semakin besar pula potensi kesabaran yang Allah titipkan dalam hati. Ujian tidak hanya menguji keadaan, tetapi juga menguji cara kita menyikapinya.

Namun sabar bukan sekadar menahan tangis atau menyembunyikan keluh. Sabar adalah kemampuan menjaga hati agar tetap percaya pada takdir-Nya. Saat musibah datang, rasa sedih itu wajar. Itu bagian dari kemanusiaan. Tetapi ketika keresahan berubah menjadi kejengkelan yang berlarut, lalu menjelma keputusasaan, maka kita sedang mengikis nilai kesabaran itu sendiri. Usaha yang telah dibangun bisa kehilangan makna ketika hati dipenuhi prasangka buruk kepada ketetapan Allah.

Bencana bukan hanya tentang kehilangan. Ia juga ruang untuk bertumbuh. Dalam setiap kesulitan, selalu ada pelajaran yang menuntun kedewasaan. Sabar mengajarkan kita menata ulang harapan. Sabar melatih kita memperbaiki ikhtiar.

Ketika kita tetap tenang dan terus berusaha, di situlah sabar menjadi energi yang menguatkan langkah. Tenang bukan berarti tidak merasa sakit. Tenang berarti mampu mengendalikan diri agar tidak dikuasai emosi. Terus berusaha menunjukkan bahwa kita tidak menyerah pada keadaan. Dari sana, sabar berubah menjadi kekuatan yang mendorong kita bangkit.

Sabar bukan kelemahan. Ia adalah keteguhan iman. Orang yang sabar tetap berpikir jernih saat masalah datang. Ia memilih memperbaiki keadaan, bukan menyalahkan takdir. Ia yakin setiap ujian menyimpan hikmah dan setiap usaha tidak pernah sia-sia di hadapan Allah.

Menjaga sikap dalam musibah adalah bagian dari ibadah. Ketika hati tetap percaya dan langkah tetap berjalan, kesabaran tidak akan pernah sia-sia. Justru di sanalah derajat seorang hamba diangkat. Musibah mungkin terasa luas, tetapi rahmat Allah selalu jauh lebih luas.

Salam sehat dan tetap semangat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

P5 di kembalikan ke kegiatan kokurikuler

Tuhan senatiasa bersamamu

Berkarya dengan hati,Belajar Dengan Makna