Ratu Tak Bermahkota
,Dibalik kisah setiap
manusia yang sukses selalu terselip peran seorang Perempuan Tangguh yang
bekerja dalam senyap dan menuntut sorotan dan tak pernah berharap pujian dari
siapapun dan tak pernah meminta balasan ya ia Adalah IBU. Di balik setiap manusia
yang tumbuh menjadi pribadi tangguh, hampir selalu ada sosok perempuan yang
berdiri dalam diam. Ia tidak tampil di panggung keberhasilan. Namanya jarang
disebut saat tepuk tangan bergema. Namun dari tangannyalah ketekunan diajarkan,
dari pelukannyalah keberanian dilahirkan. Dialah ratu tak bermakhota, yang
memimpin dengan kasih, bukan dengan kuasa.
Seorang ibu bekerja dalam
senyap. Ia bangun lebih pagi dari yang lain. Ia tidur paling akhir setelah
memastikan semua baik-baik saja. Lelahnya kerap disimpan rapat. Lukanya sering
disembunyikan di balik senyum. Ia tidak menuntut sorotan. Ia tidak mengejar
pengakuan. Baginya, melihat anaknya melangkah lebih tinggi sudah menjadi
kebahagiaan yang utuh.
Di balik kisah sukses
seorang anak, ada doa yang tak pernah putus dari seorang ibu. Ada air mata yang
jatuh diam-diam ketika anaknya gagal. Ada tangan yang selalu siap menopang saat
dunia terasa runtuh. Ia tidak pernah menghitung pengorbanan. Ia tidak pernah
meminta balasan. Cintanya memberi tanpa syarat, tanpa jeda, tanpa batas.
Ratu tak bermakhota itu
mungkin tak memiliki singgasana. Namun hatinya adalah istana yang kokoh. Di
sanalah nilai kejujuran ditanamkan. Di sanalah keteguhan dibentuk. Di sanalah
mimpi pertama kali dirawat. Ketika seorang anak berdiri di puncak keberhasilan,
sesungguhnya ada jejak langkah ibu yang mengantarnya sampai ke sana.Keihklasan
seorang ibu Adalah Pelajaran tentang cinta tanpa syarat,ibu merawat anaknya
dengan sentuhan lembut namun penuh dengan kekuatan di tangan ibu yang tak pernah bosan
mengangkat Ketika anak baru saja belajar berjalan ibu terus membimbing
langkah-langkah kecil menuntun perjalanan emosionl dan mental agar anak tumbuh
menjadi pribadi yang Tangguh.Dari seorang Ibu anak belajar bahwa kegagalan
bukan akhir ,melainkan bagian dari proses menemukan jati diri.
Maka jika hari ini kita
melihat seseorang berhasil, cobalah menoleh sejenak ke belakangnya. Di sana ada
perempuan tangguh yang memilih bekerja dalam sunyi. Ia tak pernah meminta
disebut. Namun sejarah hidup setiap anak akan selalu menuliskan namanya dengan
tinta paling mulia: Ibu.
Perjalanan menuju
keberhasilan tentu tidak mudah ada hari-hari, Ketika anak merasa hamper
menyerah,Ketika anak pulang dengan hati yang lelah ibu selalu menyambutnya
dengan kehangatan. Perjalanan
menuju keberhasilan tidak pernah benar-benar mulus. Ada tanjakan yang
melelahkan. Ada kegagalan yang menguji keyakinan. Ada hari ketika anak merasa
hampir menyerah, merasa usahanya sia-sia, dan dunia seolah tidak berpihak. Di
titik itulah keteguhan diuji, bukan hanya oleh hasil, tetapi oleh kemampuan
untuk tetap melangkah.
Ketika anak pulang dengan
hati yang lelah, sering kali yang ia butuhkan bukan nasihat panjang. Ia
membutuhkan tempat pulang yang aman. Ia membutuhkan tatapan yang menguatkan.
Seorang ibu memahami bahasa diam itu. Ia menyambut dengan kehangatan, bukan dengan
tuntutan. Ia mendengar tanpa menghakimi. Ia memeluk tanpa banyak bertanya.
Di balik sambutan
sederhana itu, ada energi baru yang lahir. Kelelahan perlahan mencair. Luka
batin terasa lebih ringan. Ibu tidak selalu memberi solusi. Namun kehadirannya
adalah jawaban. Ia mengajarkan bahwa gagal bukan akhir. Ia menanamkan bahwa
lelah bukan alasan untuk berhenti.
Perjalanan memang tidak
mudah. Namun selama ada rumah yang menghadirkan cinta tanpa syarat, anak akan
selalu menemukan alasan untuk bangkit kembali. Dari kehangatan itulah
keberanian tumbuh. Dari doa yang tak pernah putus itulah langkah kembali
ditegakkan.Itulah “IBU “Ratu tak bermahkota yang cinta nya abadi
sepanjang hidup,tidak ada penghormatan yang cukup untuk membalas jasa ibu hanya
dengan doa dari seorang anak. Adalah yang terbaik untuk terus menjaga mahkota
yang tidak akan pernah terilhat selamanya namun terus akan di rasakan kasih
sayangnya selamanya.
Komentar
Posting Komentar