Ketika Satu Pintu Tertutp,Jangan Berhenti Mengetuk Pintu Lain
Ketika satu pintu tertutup, sering kali yang pertama kita rasakan adalah kehilangan. Kita sibuk meratapi rencana yang gagal. Kita terpaku pada harapan yang gugur. Seolah hidup berhenti di satu titik.
Padahal hidup tidak pernah hanya
memiliki satu jalan.
Pintu yang tertutup adalah tanda
batas. Ia memberi pesan bahwa cara lama mungkin tak lagi relevan. Ia
mengingatkan bahwa tidak semua rencana harus berhasil. Di sanalah kita belajar
sabar. Kita diajak mengevaluasi diri. Kita ditempa menjadi lebih dewasa.
Masalahnya, kita sering terlalu lama
menatap pintu yang tertutup. Akibatnya, pintu lain yang terbuka luput dari
perhatian. Kesempatan baru kadang hadir dengan wajah berbeda. Bisa dalam bentuk
orang baru. Bisa berupa arah yang tak pernah kita bayangkan. Bisa juga lahir
dari cara berpikir yang berubah.
Kadang bukan pintunya yang perlu
diganti. Kitalah yang harus bertumbuh.
Tetaplah berusaha. Bukan sekadar
menunggu pintu terbuka sendiri. Usaha adalah cara kita mengetuk peluang. Doa
dan ikhtiar berjalan berdampingan. Keduanya saling menguatkan dalam diam maupun
dalam perjuangan.
Kegagalan bukan akhir cerita. Ia hanya
satu bab dari perjalanan panjang. Orang yang terus melangkah akan menemukan
ruang baru untuk bertumbuh. Hidup bukan tentang berapa kali pintu tertutup.
Hidup adalah tentang keberanian mencari pintu berikutnya.
Jika hari ini satu harapan gugur,
jangan berhenti. Mungkin esok peluang yang lebih tepat sedang menunggu.
Selama kita mau belajar dan bergerak,
hidup tidak pernah benar-benar buntu. Jalan mungkin tidak selalu lurus, tetapi
selalu ada celah yang bisa dicari. Belajar membantu kita memahami kesalahan dan
menemukan cara baru. Bergerak menjauhkan kita dari diam yang melemahkan.
Keduanya menjaga harapan tetap menyala.
Orang yang mau belajar tidak mudah
menyalahkan keadaan. Ia menilai dirinya lebih dulu. Ia memperbaiki cara
berpikir sebelum menuntut hasil. Saat langkah terasa berat, ia tidak berhenti.
Ia mungkin melambat, tetapi tetap berjalan. Dari situlah peluang sering muncul
tanpa diduga.
Banyak kegagalan bukan karena kurang
kesempatan, tetapi kurang ketekunan. Jalan terbuka bagi mereka yang mau membuka
diri. Pengetahuan memberi arah. Tindakan memberi jarak. Selama kita tidak
menyerah pada rasa takut, selalu ada kemungkinan baru yang bisa ditempuh.
Komentar
Posting Komentar