Istirahatlah,Bukan Berhenti
Ketika Anda merasa lelah, istirahatlah, bukan berhenti. Lelah
adalah tanda bahwa Anda sedang berjuang. Tubuh dan pikiran memberi sinyal untuk
jeda. Itu bukan kelemahan. Itu cara diri menjaga daya tahan.
Istirahat bukan berarti menyerah. Ia adalah ruang untuk menata
ulang tenaga dan arah. Dalam diam yang singkat, kita belajar mengevaluasi
langkah. Kita merapikan niat yang mulai goyah. Setelah itu, kita kembali
berjalan dengan lebih sadar.
Berhenti berarti memutus perjalanan. Istirahat justru menjaga
perjalanan tetap berlanjut. Orang yang bijak tahu kapan harus melambat. Ia
tidak memaksakan diri hingga patah. Ia memberi waktu bagi dirinya untuk pulih
dan menguat.
Hidup bukan lomba cepat sampai. Ia adalah perjalanan panjang yang
menuntut ketahanan, bukan sekadar kecepatan. Dalam perjalanan itu, lelah adalah
hal wajar. Ia bukan tanda kegagalan. Saat tubuh dan hati terasa berat,
berhentilah sejenak untuk bernapas dan menata arah.
Ambil jeda secukupnya. Kuatkan kembali tekad. Lalu melangkahlah
lagi dengan lebih sadar dan matang. Sadar berarti memahami alasan kita
berjalan. Kita tahu tujuan dan mengenali batas diri. Matang berarti tidak lagi
gegabah. Kita lebih tenang dalam mengambil keputusan dan belajar dari
pengalaman.
Kita tidak sekadar maju. Kita maju dengan pertimbangan, kesabaran,
dan arah yang jelas. Percayalah, tidak ada kata terlambat untuk meraih
cita-cita. Setiap orang memiliki waktunya sendiri. Apa yang kita impikan akan
terwujud pada saat yang tepat.
Tetap sehat. Tetap semangat.
Komentar
Posting Komentar