Pesantren kilat di SDN Bambu Apus 01
Lima Hari Menanamkan Nilai ,Meneguhkan Akhlak
Kegiatan pesantren kilat di SDN
Bambu Apus 01 yang dilaksanakan pada 23–27 Februari berlangsung lancar dan
penuh makna.
Selama lima hari, suasana sekolah terasa berbeda.
Ruang kelas berubah menjadi ruang tafakur dan pembelajaran iman.
Sejak pagi, guru dan panitia menyambut
siswa dengan tertib.
Anak-anak hadir dengan semangat yang tumbuh dari kesadaran.
Mereka tidak sekadar datang, tetapi terlibat aktif dalam setiap sesi.
Materi yang diberikan beragam dan
terarah.
Ada tadarus Al-Qur’an, praktik salat berjamaah, serta kajian akhlak.
Siswa belajar tentang kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab.
Pembelajaran tidak berhenti pada
teori.
Mereka diajak mempraktikkan adab dalam keseharian.
Berbicara santun, menghormati guru, dan menghargai teman menjadi latihan nyata.
Pesantren kilat ini bukan sekadar
agenda rutin tahunan.
Ia menjadi ruang pembentukan karakter.
Nilai yang ditanam jauh lebih penting dari sekadar hafalan.
Banyak pelajaran tumbuh selama
kegiatan berlangsung.
Anak belajar menahan diri.
Belajar berbagi.
Belajar sabar dalam kebersamaan.
Siswa yang biasanya bermain sendiri,
kini duduk berdampingan.
Mereka saling mengingatkan dalam kebaikan.
Kebersamaan terasa lebih hangat dan bermakna.
Bagi sekolah, kegiatan ini adalah
investasi moral.
Bagi siswa, ini bekal perjalanan hidup.
Nilai yang ditanam hari ini akan mereka bawa hingga dewasa.
Pesantren kilat di SDN Bambu Apus 01
membuktikan satu hal.
Pendidikan bukan hanya soal akademik.
Ia tentang membentuk hati dan membangun akhlak.
Nilai, ujian, dan prestasi memang
penting.
Namun semua itu tidak cukup tanpa karakter yang kuat.
Sekolah memiliki tanggung jawab menanamkan kesadaran moral sejak dini.
Melalui kegiatan ini, anak belajar
membedakan benar dan salah.
Mereka belajar mengendalikan diri dan menghargai sesama.
Akhlak dibangun lewat pembiasaan yang konsisten.
Pendidikan tidak berhenti pada
kecerdasan otak.
Ia menyentuh kedewasaan sikap dan kebersihan niat.
Pesantren kilat menjadi bukti bahwa nilai kehidupan dapat ditanam di bangku
sekolah dasar.
Pelajaran itu mungkin tak tercatat di
rapor.
Namun ia terlihat dalam perubahan sikap dan perilaku sehari-hari.
Semoga
setelah berakhirnya pesantren kilat ini, tumbuh perubahan yang lebih baik pada
diri anak-anak.
Perubahan yang pelan namun nyata.
Amin.

Komentar
Posting Komentar