Jangan Biarkan Kekacauan Di Dalam Batin Ini

 

 “Jangan biarkan kekacauan di dalam batin ini” terdengar sederhana, namun maknanya dalam dan menggugah. Ia seperti bisikan lembut yang muncul di tengah riuhnya hidup  ketika dunia luar terasa bising, namun justru batin sendirilah yang paling gaduh.

Kekacauan di dalam batin menggambarkan kondisi jiwa yang resah, gelisah, penuh amarah, cemas, atau diliputi pikiran negatif. Sementara ungkapan “jangan biarkan” mengandung kesadaran untuk tidak menyerah pada kondisi itu. Ada ajakan untuk menata diri, menjaga keseimbangan hati, dan tetap tenang di tengah badai kehidupan.

Kita tidak boleh membiarkan diri larut dalam kekacauan batin. Sebab, ketika hati tidak tenang, setiap keputusan dan tindakan akan kehilangan arah. Pikiran menjadi kabur, emosi mudah meledak, dan hidup terasa semakin berat.

Namun di sisi lain, kalimat ini juga bisa dimaknai secara reflektif sebagai pesan pengendalian diri. Bahwa kedamaian hidup sejatinya berawal dari kemampuan seseorang menjaga batinnya tetap tertata  meski dunia luar sedang semrawut.

Ada masa ketika pikiran saling beradu, perasaan bertabrakan, dan hati kehilangan pegangan. Di titik itulah manusia diuji: mampukah ia menata kembali batinnya agar tetap jernih di tengah kekacauan? Sebab kedamaian sejati tidak datang dari luar, melainkan tumbuh dari dalam diri sendiri.

Kedamaian bukan berarti menyingkirkan masalah, melainkan menerima keadaan dengan lapang dada. Ia hadir ketika kita belajar menenangkan pikiran, bukan menuntut dunia agar tenang. Karena sesungguhnya, ketenangan itu bukan hadiah dari keadaan, melainkan hasil dari kesadaran.

 jangan biarkan kekacauan di dalam batin ini berkuasa. Tenangkan pikiran, kendalikan emosi, dan rawat keheningan dalam diri. Di sanalah kedamaian sejati tumbuh bukan dari luar, tapi dari hati yang berserah dan pikiran yang jernih.Salam sehat dan Bahagia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

P5 di kembalikan ke kegiatan kokurikuler

Tuhan senatiasa bersamamu

Berkarya dengan hati,Belajar Dengan Makna